BENCANA ALAM LANDA DESA MUNDUK BESTALA, WAKIL BUPATI BULELENG TURUN LANGSUNG TINJAU LOKASI

admin_mundukbestala 12 Maret 2026 09:08:30 WITA

Munduk Bestala, 9 Maret 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Munduk Bestala pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu, mengakibatkan bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang di sejumlah titik. Bencana ini menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan desa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H. , melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana pada hari Senin, 9 Maret 2026. Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Buleleng ini disambut langsung oleh Perbekel Desa Munduk Bestala, Bapak I Putu Sriyasa, S.H., beserta jajaran perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat.

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Gede Supriatna, S.H., meninjau sejumlah titik terdampak bencana, termasuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tanah longsor di Banjar Dinas Sekar dan Banjar Dinas Sari. Beliau juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para korban untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak mereka.

"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Buleleng turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga Desa Munduk Bestala. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," ujar Wakil Bupati di sela-sela kunjungan.

Berdasarkan laporan resmi Perbekel Desa Munduk Bestala yang disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, tercatat sedikitnya 16 titik kejadian bencana dengan rincian sebagai berikut:

Dampak Bencana di Banjar Dinas Sekar:

  • Rumah Nyoman Budiasa (Umur 54 tahun) mengalami tembok jebol akibat tanah longsor.

  • Rumah Ketut Sidarta Gautama (Umur 27 tahun) mengalami tembok jebol.

  • Rumah Made Wijana (Umur 68 tahun) mengalami tembok jebol.

  • Rumah Made Suarjana (Umur 51 tahun) tertimbun tanah longsor.

  • Rumah I Made Suara (Umur 58 tahun) tertimbun tanah longsor.

  • Rumah Putu Suastika (Umur 46 tahun) tertimbun tanah longsor.

  • Senderan rumah I Nyoman Suamba (Umur 59 tahun) jebol tergerus air hujan.

  • Pagar rumah I Nyoman Suartana (Umur 55 tahun) jebol akibat tergerus air.

  • Pagar rumah Nyoman Suartini (Umur 66 tahun) jebol akibat tergerus air.

  • Tanah longsor di Jalan Menuju Wilayah Danggin Pangkung sebanyak 3 titik (tanah milik Ketut Alit MahayasaKadek Deni Himawan, dan Nyoman Geden).

  • Tanah longsor dan pohon tumbang menutupi Jalan Desa Menuju Rumah Nyoman Oka.

  • Tanah longsor menimpa rumah Kadek Arya Suardana (Umur 47 tahun).

Dampak Bencana di Banjar Dinas Sari:

  • Senderan dan tembok pagar rumah Made Jumu (Umur 66 tahun) jebol tergerus air.

  • Rumah Gede Jully Awan (Umur 42 tahun) mengalami kebanjiran setinggi 30 cm.

  • Senderan Jalan Usaha Tani menuju Taman Sri Widari jebol akibat tanah longsor.

  • Pohon tumbang milik Nyoman Antarayasa menutup Jalan Usaha Tani.

Semangat Gotong Royong Warga

Meskipun bencana ini membawa duka dan kerugian materiil yang tidak sedikit, semangat kebersamaan masyarakat Desa Munduk Bestala justru semakin terlihat. Sejak hari pertama kejadian hingga saat ini, warga bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bahu-membahu melakukan gotong royong membersihkan material longsor, memotong dan mengevakuasi pohon tumbang, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup.

Perbekel I Putu Sriyasa, S.H., dalam keterangannya mengapresiasi kekompakan warga dan perhatian cepat dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

"Saya sangat terharu melihat semangat gotong royong masyarakat kita. Begitu kejadian terjadi, warga langsung bergerak bersama membantu tetangga yang terkena musibah. Terima kasih juga kepada Bapak Wakil Bupati Gede Supriatna, S.H., yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung dan melihat kondisi di lapangan. Semoga bantuan segera mengalir untuk meringankan beban warga kami," ujar Perbekel.

Pemerintah Desa Munduk Bestala bersama BPBD Kabupaten Buleleng dan Kecamatan Seririt terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk percepatan penanganan bencana. Bantuan logistik dan evakuasi terus disalurkan kepada warga yang terdampak, terutama yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi berpotensi menimbulkan bencana susulan, terutama di wilayah lereng dan bantaran aliran air.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Munduk Bestala

tampilkan dalam peta lebih besar