BENCANA ALAM LANDA DESA MUNDUK BESTALA, WARGA DAN PERANGKAT DESA GOTONG ROYONG ATASI DAMPAK LONGSOR

admin_mundukbestala 12 Maret 2026 09:02:27 WITA

Munduk Bestala, 7 Maret 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Munduk Bestala pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu, mengakibatkan bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang di sejumlah titik. Bencana ini menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan desa.

Berdasarkan laporan resmi Perbekel Desa Munduk Bestala, Bapak I Putu Sriyasa, S.H., yang ditujukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, tercatat sedikitnya 16 titik kejadian bencana dengan rincian sebagai berikut:

Dampak Bencana di Banjar Dinas Sekar:

  • Rumah Nyoman Budiasa (Umur 54 tahun) mengalami tembok jebol akibat tanah longsor.

  • Rumah Ketut Sidarta Gautama (Umur 27 tahun) mengalami tembok jebol.

  • Rumah Made Wijana (Umur 68 tahun) mengalami tembok jebol.

  • Rumah Made Suarjana (Umur 51 tahun) tertimbun tanah longsor.

  • Rumah I Made Suara (Umur 58 tahun) tertimbun tanah longsor.

  • Rumah Putu Suastika (Umur 46 tahun) tertimbun tanah longsor.

  • Senderan rumah I Nyoman Suamba (Umur 59 tahun) jebol tergerus air hujan.

  • Pagar rumah I Nyoman Suartana (Umur 55 tahun) jebol akibat tergerus air.

  • Pagar rumah Nyoman Suartini (Umur 66 tahun) jebol akibat tergerus air.

  • Tanah longsor di Jalan Menuju Wilayah Danggin Pangkung sebanyak 3 titik (tanah milik Ketut Alit MahayasaKadek Deni Himawan, dan Nyoman Geden).

  • Tanah longsor dan pohon tumbang menutupi Jalan Desa Menuju Rumah Nyoman Oka.

  • Tanah longsor menimpa rumah Kadek Arya Suardana (Umur 47 tahun).

Dampak Bencana di Banjar Dinas Sari:

  • Senderan dan tembok pagar rumah Made Jumu (Umur 66 tahun) jebol tergerus air.

  • Rumah Gede Jully Awan (Umur 42 tahun) mengalami kebanjiran setinggi 30 cm.

  • Senderan Jalan Usaha Tani menuju Taman Sri Widari jebol akibat tanah longsor.

  • Pohon tumbang milik Nyoman Antarayasa menutup Jalan Usaha Tani.

Semangat Gotong Royong Warga

Meskipun bencana ini membawa duka dan kerugian materiil yang tidak sedikit, semangat kebersamaan masyarakat Desa Munduk Bestala justru semakin terlihat. Hingga saat ini, warga bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bahu-membahu melakukan gotong royong membersihkan material longsor, memotong dan mengevakuasi pohon tumbang, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup.

Perbekel I Putu Sriyasa, S.H., dalam keterangannya mengapresiasi kekompakan warga yang cepat tanggap membantu para korban.

"Saya sangat terharu melihat semangat gotong royong masyarakat kita. Begitu kejadian terjadi, warga langsung bergerak bersama membantu tetangga yang terkena musibah. Ini adalah bukti bahwa rasa kebersamaan di Desa Munduk Bestala masih sangat kuat," ujar Perbekel.

Pemerintah Desa Munduk Bestala telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Buleleng dan Kecamatan Seririt untuk menindaklanjuti laporan bencana ini. Bantuan logistik dan evakuasi terus disalurkan kepada warga yang terdampak, terutama yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi berpotensi menimbulkan bencana susulan, terutama di wilayah lereng dan bantaran aliran air.

Dokumen Lampiran : LAPORAN BENCANA ALAM MUNDUK BESTALA


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Munduk Bestala

tampilkan dalam peta lebih besar